Tips Tata Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat 2022
Tips Tata Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat 2022

Tips Tata Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat 2022

Tips Tata Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat 2022, Umat ​​Islam sangat paham dengan amalan shalat Duha dan As-Sunnah. Ini adalah salah satu doa sunnah khusus. Sholat dhuha merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Ini karena ada begitu banyak jenis doa. Ada banyak dalil dalam hadits tentang kebaikan shalat dhuha. Salah satunya adalah amalan memohon ampun atas dosa.

Tips Tata Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat 2022

Proses pelaksanaan sholat dhuha 4 rokaat untuk mendapatkan keutamaan harus dipahami. Dalam hal ini, proses pelaksanaan Duha 4 Reqaat tidak jauh berbeda dengan Duha 2 Reqaat. Berikut ini strategi pelaksanaan dan pengajian Sholat 4 Duha

waktu sholat dhuha

Selain mempelajari tentang 4 rakaat shalat dhuha, Anda juga perlu mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan shalat dhuha. Waktu shalat orang miskin itu sendiri dibagi menjadi dua bagian.

Awal waktu sholat dhuha
Sholat Duha pertama dimulai 20 menit setelah matahari terbit. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Amir bin Abbas.
Nabi Muhammad SAW bersabda:

Lakukan salat subuh kemudian tinggalkan salat hingga matahari terbit. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk Setan, Kemudian orang-orang murtad itu sujud (menyembah matahari). (HR.Muslim)

Akhir waktu sholat Dhuha

Tips Tata Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat 2022
Akhir Sholat Duha Sholat Duhu 15 menit sebelumnya. Tetapi waktu yang paling baik atau paling penting untuk melakukan shalat Duha adalah di penghujung hari atau di penghujung hari, saat pemanasan. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam.

Zayd bin Arqam melihat orang-orang melakukan shalat Duha (di pagi hari). Tahukah kamu bahwa sholat di luar waktu itu lebih penting? Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: (HR.Muslim)

👉 TRENDING :   Tips Mengajukan Kartu Kredit Mandiri Melalui Online

Tujuan Sholat Duha

Menurut Syafi’i dan Hambali, tujuan sujud dhuha sebelum takbiroth ihram adalah sunnah. Amalan mengucapkan Duhan adalah agar shalat lebih mantap dan bermartabat sambil mengingat pikiran itu sendiri. Membaca ide ini termasuk 4 putaran sholat Duha.

Selain itu, tujuan beribadah Duhan cukup dibaca dalam hati. Hal ini karena tujuan dhuha adalah untuk melakukan khilaf al-adul (pelanggaran moral) dan bid’ah (bukan contoh memata-matai Nabi  Muhammad SAW.

Terlepas dari perbedaan tersebut, tujuan shalat Dhuha pada umumnya adalah untuk dibaca.

Usholi Sunatad Duha Rocataini Mustaqibilal Kiblati Adaan Lilahi Talaa

Definisi: Pada saat ini saya berniat untuk sujud dua rakaat sunnah duha di depan kiblat oleh Allah Ta’ala.

Tujuan dari Duha 4 Reqaat adalah untuk melakukan Duha 4 Reqaat setelah shalat, yang mencakup dua salam Reka’a.

Proses Proses Zuha 4 Rokaat

1. Keinginan untuk beribadah dhuha
2. Tekbirotul Ihram
3. Bacaan Sholat Iftar (Sunnah)
4. Baca Surat Al-Fatihah
5. Membaca surat Ad-Duha
6. Bersujud dengan Tumaninah
7. I’tidal dengan tumaninah
8. Ibadah di tumaninah
9. Duduk di antara Tumani di antara dua sujud
10. Sujud kedua dengan Tumani
11. Bangun lagi untuk melakukan rakaat kedua
12. Membaca Surat Al-Fatihah
13. Membaca surat As-Syams
14. Bersujud dengan Tumaninah
15. Itidal dengan Tumaninah
16. Ibadah di Tumaninah
17. Duduk di antara dua sujud dengan Tumani
18. Sujud kedua dengan Tumani
19. Tasihud Terakhir dengan Tumaninah
20. Salam
21. Membaca Doa Duha

Doa Sholat Dhuha

Tata cara sholat dhuha 4 rakaat yang terakhir adalah membaca doa sholat dhuha. Sebenarnya tidak ada doa khusus atau hadis yang sahih dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengenai bacaan doa setelah selesai sholat dhuha. Namun, ada satu doa sholat dhuha yang biasanya dipanjatkan yaitu:

👉 TRENDING :   Tips Registrasi Kartu Indosat Pengguna Baru dan Lama

“Allahumma innadhdhuha-a dhuha-uka, walbahaa-abahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwaatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqii fissamma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana harooman fa thohhirhu, wa inkaana ba’idan fa qoribhu, bihaqqidhuhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika, aatini maa ataita ‘ibaadakash shoolihiin.”

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih.”